
Sekembalinya ia dari Australia tahun 1997, Balawan kemudian membentuk kelompok Batuan Ethnic Fusion yang terdiri dari I Wayan Balawan, I Wayan “pecok” Suastika, I wayan “mangku” Sudarsana, I Nyoman Marcono, I Nyoman “panak supire” Suwidha, I Gusti Agung Bagus Mantra, I Gusti Agung Ayu Risna Dewi dan Ito Kurdhi. Mereka memainkan berbagai instrumen seperti Cengceng, Rindik, Reong, Suling, Genjek, Kemply, Cymbals, Kendang dan lain-lain.
Kelompok ini tampil secara reguler di Bali, juga sempat tampil di Jakarta Jazz Festival tahun 1997. Balawan juga sempat tampil dalam acara BALI JAZZ PARADE yang digagas oleh Bali Jazz Forum. Dengan menampilkan perpaduan alat musik elektrik (gitar dan bass) dengan instrumen tradisi Bali, Batuan Ethnic Fusion menjadi group yang unik. Bahkan dalam beberapa kesempatan di Bali, Batuan Ethnic Fusion tidak hanya tampil dalam bentuk musik hidup namun juga ditemani dengan penari.
Pada Oktober 1999, Balawan & Batuan Ethnic Fusion merilis album debut mereka yang berjudul gloBALIsm. Sebuah album yang digarap oleh produser Dewa Budjana, dengan label Chico & Ira Productions dan didistribusikan oleh Aquarius Musikindo. Komposisi yang ditawarkan merupakan paduan antara musik tradisional Bali dengan sentuhan modern, dengan lirik yang mencampurkan bahasa Bali dan Inggris. Terdapat juga penampilan Balawan secara solo dan duet dengan Dewa Budjana.
Proses rekaman album gloBALIsm dilakukan di Stasiun RRI Denpasar oleh Jimmy Sila. Namun untuk dua lagu, ‘Putri Cening Ayu’ dan ‘Morning of the Earth’ direkam di Studio oleh Dewa Budjana. Bagian mixing dan mastering digarap oleh Indra Lesmana.
Sumber : http://kevinsatic09.blog.com/2009/04/08/balawan/
0 komentar:
Posting Komentar